#Ridho
Ashari
Terusik hati menelisik diri
Tak tenang ,seakan di hantui rasa gelisah
Resah, coba resapi ketika hati tak lagi terpatri dalam sebuah realita
Seakan mata buta, tak dapat lagi melihat cakrawala
Terjebak dan
terkungkung dalam kerangkeng
Lihat mereka
pandang wajah – wajah mereka
Tatap mereka dengan
seksama
Hayati dan rasakan
luka mendalam ingin terlepas
kobaran birahi membuat semua terlupa
kobaran birahi membuat semua gelap gulita
dia memperbudak menjerat
erat bagai kawat baja..
mata ini sudah tak
peduli
tak peduli ketika
perawan – perawan desa di perkosa di
tengah kota
ketika gadis –
gadis desa di gagahi di belantara
metropolitan
ketika anak kyai
sekalipun dengan relanya di perawani dalam rimba kosmopolitan
ketika sang
ustadzah sudah tak lebih dari seorang pramusaji birahi...
dimanakah sang
mubaligh..