Senin, 30 September 2013

nih saya kasih lagi satu puisi buat bulan ini silakan di liat gan


 kerangkeng
                                   #Ridho Ashari

Terusik hati menelisik diri
Tak tenang ,seakan di hantui rasa gelisah
Resah, coba resapi ketika hati tak lagi terpatri dalam sebuah realita
Seakan mata buta, tak dapat lagi melihat cakrawala

Terjebak dan terkungkung dalam kerangkeng
Lihat mereka pandang wajah – wajah mereka
Tatap mereka dengan seksama
Hayati dan rasakan luka mendalam ingin terlepas

kobaran birahi membuat semua terlupa
kobaran birahi membuat semua gelap gulita
dia memperbudak menjerat
erat bagai kawat baja..
mata ini sudah tak peduli
tak peduli ketika perawan – perawan desa di perkosa  di tengah kota
ketika gadis – gadis desa  di gagahi di belantara metropolitan
ketika anak kyai sekalipun dengan relanya di perawani dalam rimba kosmopolitan
ketika sang ustadzah sudah tak lebih dari seorang pramusaji birahi...

dimanakah sang mubaligh..